Single Mom: Fight & Survive
Ungkapan yang mengatakan “Ibu adalah Lentera dalam Hidup” pantas
disematkan pada para single mom yang berjuang siang malam untuk menghidupi
keluarga dengan segala usaha yang mereka miliki. Perjuangan para single mom ini
ibarat cahaya matahari yang tak pernah hentinya menyinari dunia.
Tanggal 22 Desember di Indonesia
diperingati sebagai hari ibu. Sesuai dengan namanya, pada moment hari ibu ini
secara khusus kita memberi penghormatan pada kaum wanita di Indonesia terutama
para kaum ibu. Pada perayaan ini segala macam bentuk ucapan yang berisikan
pujian dan sanjungan diberikan spesial untuk kaum ibu di Indonesia.
Menarik ketika
kita sedikit menoleh ke belakang untuk melihat sejarah dibalik penetapan
perayaan hari ibu di Indonesia. Tanggal 22 Desember dipilih oleh presiden
Soekarno sebagai tanggal peringatan hari ibu karena moment di tanggal ini
bertepatan dengan ulang tahun ke-25 kongres perempuan. Pada awalnya, peringatan
hari ibu merupakan perayaan untuk menghargai semangat kaum wanita dalam
menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, lambat laun makna
ini berubah dan menjadi perayaan yang dikhususkan untuk menghormati kaum ibu.
Terlepas dari
adanya pergeseran makna dibalik perayaan hari ibu di Indonesia, kembali lagi
kita harus melihat apakah kebahagiaan perayaan hari ibu yang kita rayakan sudah
menyiratkan kebahagiaan hidup dari kaum ibu itu sendiri. Melihat fakta yang ada
saat ini, begitu banyak kaum ibu di Indonesia yang berjuang sendirian dalam
menghidupi dan mengurusi keluarganya. Para single
mom ini terbukti mampu bertahan di tengah kerasnya potret kehidupan dunia meskipun
harus sedikit tertatih dan berpeluh untuk memperoleh sesuap nasi untuk anak dan
keluarga.
Kondisi dan
situasi yang dihadapi oleh para single
mom bukanlah hal yang dikehendaki dan diinginkan oleh para ibu ini. Akan
tetapi kenyataan hidup yang seperti ini tidak bisa dielak oleh para ibu. Demi terciptanya
kebahagiaan dalam keluarga, mau tidak mau memaksa para single mom untuk sedikit memutar otaknya dalam mensiasati kehidupan
yang keras itu. Segala macam bentuk bakat dan kreasi disulap menjadi sebuah
lapangan usaha semata-mata untuk menghasilkan lembar demi lembar rupiah demi
tercapainya semua kebutuhan keluarga. Usaha keras ini yang menempatkan para single mom sebagai ibu-ibu hebat di
Indonesia, bahkan di dunia.
Akan tetapi,
terkadang ketika kebuntuan dalam mencari jalan keluar menghampiri, para single mom akan menempuh jalan pintas
yang menuntut mereka untuk mengorbankan banyak hal. Hal ini harus mereka
lakukan demi keberlangsungan kehidupan di hari-hari selanjutnya. Tidak dapat
dipungkiri lagi keputus asaan para single mom dalam berusaha menghidupi
keluarga membuat mereka terpaksa harus menjadi gelandangan dan pengemis di
pinggir-pingir jalan kota, bahkan yang lebih parahnya lagi begitu banyak para
ibu yang dengan terpaksa harus menjadi “wanita malam” demi memenuhi kebutuhan
keluarga.
Dengan realita
yang sedemikian kelamnya siapakah sebenarnya yang paling bertanggung jawab
dalam hal ini? Pertanyaan semacam ini tentunya sangat sulit untuk dicari
jawaban dan kebenarannya. Namun, kita juga tidak bisa hanya berdiam diri dan
menjadi penonton setia akan masalah seperti ini. Demi mewujudkan kebahagiaan
dibalik makna hari ibu, kita harus merenungkan dan mulai memikirkan solusi
untuk permasalahan yang sedang dihadapi oleh para single mom di Indonesia tercinta ini. Solusi dari kita sebagai
putra dan putri bangsa sangat dibutuhkan oleh tanah air tercinta ini. Agar kelak
di perayaan hari ibu yang selanjutnya, kaum ibu di Indonesia benar-benar sudah
merasakan kebahagiaan dan terhindar dari peliknya potret kehidupan di
Indonesia.
SELAMAT HARI IBU. JADIKAN IBU SEBAGAI SOSOK PALING SPESIAL
DALAM HIDUP KITA. JADIKAN SENYUMANNYA SEBAGAI LAGU PENGIRING YANG SENANTIASA
TERNGIANG DALAM PIKIRAN KITA DALAM PERJALANAN MENGGAPAI KESUKSESAN. SETIAP KATA
YANG KELUAR DARI MULUTNYA ADALAH DOA BAGI KITA ANAK-ANAKNYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar