TALENTA EMAS DARI
ENDE
Setiap manusia yang terlahir di dunia tentunya memiliki talentanya masing-masing. Talenta yang dimiliki manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Manusia dianugerahi talenta sebagai bekal untuk menjalani petualangannya di dunia. Oleh karenanya, setiap insan di dunia patut untuk mengasah talenta yang dimiliki agar berguna bagi kehidupannya dan orang-orang di sekitar.
Perayaan
misa dalam menyongsong tahun baru 2017 di gereja Katedral Denpasar begitu
meriah walaupun umat yang hadir tidak begitu banyak. Suasana perayaan ekaristi
kian terasa megah berkat nyanyian yang dibawakan oleh anggota koor dari OMK
Katedral. Namun perhatian umat kali ini tertuju pada sosok diregen muda berbakat
yang dengan lenggokkan tangannya berhasil memimpin koor dengan begitu baiknya. Dia
adalah Alfred putra NTT asal Ende yang saat ini berdomisili di pulau Dewata.
Sang
diregen yang terlahir dengan nama lengkap Alfredin Bata Gago ini sudah sering
memimpin sebuah paduan suara dalam perayaan ekaristi di gereja. Tidak hanya
komunitas OMK saja yang menjadikan pria kelahiran 17 November 1995 sebagai
dirigen, tetapi lingkungan tempat tinggalnya, St. Arnoldus Yansen sering memberikan
kepercayaan kepadanya untuk menjadi pemimpin paduan suara.
Anak
kedua dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Fransiskus Xaverius Gago
dan Fransiska Lele ini mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak merasa memiliki
bakat sedikitpun menjadi seorang dirigen. Menurutnya, ia hanya memiliki modal
nekat saja dalam menjalani tugasnya sebagai seorang dirigen. Apalagi ia sering
memimpin para anggota koor yang usianya berada jauh di atas usia Alfred. Dibutuhkan
mental yang kuat dan keberanian yang tinggi dalam mengeksekusi lagu demi lagu
tandasnya. Karena menjadi seorang dirigen itu tidaklah mudah, dirigenlah yang
menentukan apakah penampilan koor itu baik atau tidak.
Alfred
menyadari bahwa keahliannya dalam memimpin sebuah paduan suara merupakan sebuah
anugerah dari Tuhan yang harus terus dijaga dan diasah. Meskipun ia sering
dibully karena posisinya sebagai dirigen dianggap sebagai pekerjaan yang
seharusnya dilakukan oleh wanita, tetapi Alfred terus menjalani dan mengasah
kemampuannya menjadi seorang dirigen agar kelak ia bisa menjadi diregen dan
komponis terkenal. Alfred menambahkan bahwa salah satu usahanya untuk
menunjukkan potensi putra putri NTT di daerah luar adalah dengan cara menjadi
dirigen di gereja.
Pasca
perayaan misa malam tahun baru kemarin, banyak umat yang memuji penampilan
Alfred bahkan pastor paroki Katedral Denpasar menyempatkan diri berfoto bersama
sang dirigen muda. Seperti inilah contoh anak muda yang diharapkan oleh
masyarakat, yang bisa menuangkan bakat dan kreatifitasnya dalam hal-hal yang
positif.
Semoga
di tahun yang baru ini akan lebih banyak lagi lahir Alfred-Alfred baru dari NTT
yang dapat membawa nama baik bagi NTT di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar