Minggu, 01 Januari 2017

TALENTA EMAS DARI ENDE



TALENTA EMAS DARI ENDE
              

  Setiap manusia yang terlahir di dunia tentunya memiliki talentanya masing-masing. Talenta yang dimiliki manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Manusia dianugerahi talenta sebagai bekal untuk menjalani petualangannya di dunia. Oleh karenanya, setiap insan di dunia patut untuk mengasah talenta yang dimiliki agar berguna bagi kehidupannya dan orang-orang di sekitar.
                Perayaan misa dalam menyongsong tahun baru 2017 di gereja Katedral Denpasar begitu meriah walaupun umat yang hadir tidak begitu banyak. Suasana perayaan ekaristi kian terasa megah berkat nyanyian yang dibawakan oleh anggota koor dari OMK Katedral. Namun perhatian umat kali ini tertuju pada sosok diregen muda berbakat yang dengan lenggokkan tangannya berhasil memimpin koor dengan begitu baiknya. Dia adalah Alfred putra NTT asal Ende yang saat ini berdomisili di pulau Dewata.
                Sang diregen yang terlahir dengan nama lengkap Alfredin Bata Gago ini sudah sering memimpin sebuah paduan suara dalam perayaan ekaristi di gereja. Tidak hanya komunitas OMK saja yang menjadikan pria kelahiran 17 November 1995 sebagai dirigen, tetapi lingkungan tempat tinggalnya, St. Arnoldus Yansen sering memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi pemimpin paduan suara.
                Anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Fransiskus Xaverius Gago dan Fransiska Lele ini mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak merasa memiliki bakat sedikitpun menjadi seorang dirigen. Menurutnya, ia hanya memiliki modal nekat saja dalam menjalani tugasnya sebagai seorang dirigen. Apalagi ia sering memimpin para anggota koor yang usianya berada jauh di atas usia Alfred. Dibutuhkan mental yang kuat dan keberanian yang tinggi dalam mengeksekusi lagu demi lagu tandasnya. Karena menjadi seorang dirigen itu tidaklah mudah, dirigenlah yang menentukan apakah penampilan koor itu baik atau tidak.
                Alfred menyadari bahwa keahliannya dalam memimpin sebuah paduan suara merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang harus terus dijaga dan diasah. Meskipun ia sering dibully karena posisinya sebagai dirigen dianggap sebagai pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh wanita, tetapi Alfred terus menjalani dan mengasah kemampuannya menjadi seorang dirigen agar kelak ia bisa menjadi diregen dan komponis terkenal. Alfred menambahkan bahwa salah satu usahanya untuk menunjukkan potensi putra putri NTT di daerah luar adalah dengan cara menjadi dirigen di gereja.
                Pasca perayaan misa malam tahun baru kemarin, banyak umat yang memuji penampilan Alfred bahkan pastor paroki Katedral Denpasar menyempatkan diri berfoto bersama sang dirigen muda. Seperti inilah contoh anak muda yang diharapkan oleh masyarakat, yang bisa menuangkan bakat dan kreatifitasnya dalam hal-hal yang positif.              
                Semoga di tahun yang baru ini akan lebih banyak lagi lahir Alfred-Alfred baru dari NTT yang dapat membawa nama baik bagi NTT di Indonesia.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar