LP:
Lembaga Pemasyarakatan BUKAN Lembaga Pengedar
Oleh: Gabriel A. Faran
Indonesia merupakan salah satu negara dengan sistem hukum
yang jelas. Hukum di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang. Untuk menunjang
setiap penegakkan hukum di Indonesia, pemerintah membangun beberapa fasilitas
penunjang seperti Lembaga Pemasyarakatan (LP/Lapas). Lembaga pemasyarakatan ini
dibuat untuk mendidik dan memasyarakatkan kembali individu-individu yang
sebelumnya sudah terjerumus dalam suatu tindakan yang melanggar hukum. Namun,
apalah jadinya jika fungsi Lapas yang sejatinya ingin mendidik dan
memasyarakatkan para pelanggar hukum berubah menjadi pusat peredaran
obat-obatan terlarang?
Di Indonesia sendiri, hampir setiap daerah memiliki
Lapasnya masing-masing. Maka, tidaklah mengherankan jika pemerintah juga
kewalahan dalam mengurus dan mengontrol Lapas-Lapas ini. Berbagai macam
permasalahan terkait keberadaan Lapas akhir-akhir ini banyak bermunculan, mulai
dari permasalahan infrastruktur gedung, tingkat keamanan, kinerja petugas,
hingga masalah peredaran obat-obatan terlarang. Hal semacam ini nampaknya
sangat mustahil terjadi pada sebuah lembaga yang berfungsi untuk mendidik dan
memasyarakatkan kembali para pelanggar hukum. Namun, mau tidak mau dan suka
atau tidak suka kita harus menerima fakta miris ini.
Di tengah gencarnya pemerintah Indonesia dalam memerangi
narkoba, pemerintah seakan menerima tamparan keras dari kegiatan peredaran
narkotika di area Lapas. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam memerangi
narkoba seakan sia-sia dan tak berdampak positif sedikitpun. Bagaimana mungkin
hal ini bisa terjadi pada lembaga penegakkan hukum? Apa dan siapa yang salah
dalam kasus ini? Pertanyaan semacam ini tentunya semakin menyudutkan posisi
pemerintah dan pihak penegak hukum.
Dikutip dari sindonews.com, bahwa dalam kurun waktu
September 2016 hingga Februari 2017 terjadi kurang lebih tiga belas kasus
penggunaan dan pengedaran narkoba di area Lapas, baik yang dilakukan oleh para
napi, petugas Lapas, maupun oleh pihak luar. Apa yang terjadi di dalam area
Lapas ini memang tidak bisa dicerna dengan akal sehat kita. Selain itu,
sekarang bukanlah saat yang tepat bagi kita untuk mencari siapa yang salah dan
siapa yang benar. Yang jelas kejadian yang sudah menimpa lembaga penegakkan hukum
kita ini sudah memberi citra buruk terhadap sistem penegakkan hukum di
Indonesia.
Secara pribadi saya melihat kasus ini terjadi sebagai
dampak dari lemahnya pengawasan dan adanya kurang perhatian dari pemerintah
terhadap kesejahteraan pegawai Lapas. Mengapa saya katakan demikian? Lapas yang
ada di Indonesia jumlahnya lumayan banyak dan tersebar di seluruh pelosok
Indonesia. Selain itu, tenaga yang dipekerjakan di setiap Lapas tidak sebanding
dengan jumlah narapidana dan luas lokasi Lapas. Berangkat dari fakta ini, saya
bisa simpulkan bahwa dengan keterbatasan yang sedemikian rupa fungsi pengawasan
terhadap Lapas dan oknum yang ada di dalamnya tidak berjalan dengan maksimal. Lemahnya
pengawasan yang dilakukan pemerintah dan petugas Lapas telah membuka ruang bagi
para pengedar narkoba untuk menjalankan aksinya. Ruang gerak para pengedar
narkoba semakin terbuka lebar ketika ada petugas Lapas yang bersedia di ajak
kerja sama. Ada banyak faktor yang membuat para petugas Lapas terlibat dalam
bisnis hitam ini, dan salah satunya adalah karena gaji yang diterima sangat
minim.
Dari fakta permasalahan tersebut, diharapkan agar
pemerintah lebih fokus lagi dalam menangani masalah ini. Fokus yang dimaksud
adalah pemerintah lebih intens lagi dalam mengontrol dan mengawasi Lapas beserta
napi dan pegawainnya. Apabila terdapat system manajemen pengelolaan Lapas yang
kurang maksimal, hendaknya dengan segera pemerintah turun tangan untuk
memperbaikinya. Selain dari pemerintah, saya juga menghimbau kepada masyarakat
agar mulai dari sekarang harus memiliki kesadaran akan dampak buruk dalam
menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Sebisa mungkin kita
harus hindari narkoba karena narkoba dapat membawa dampak buruk bagi kita. Sebagai anak bangsa yang bermartabat kita harus kembalikan citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bebas dari narkoba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar